Selamat Datang di A+ Holy Store

Selasa, 23 Desember 2014

UPAH KESETIAAN DAN KETAATAN

Rut 4:1-17
Ada beberapa tokoh wanita dalam Alkitab yang dipakai Tuhan secara luar biasa. Mereka dipakai Tuhan oleh karena ketaatannya. Adalah perkara yang tidak mudah untuk menjadi orang-orang pilihan Tuhan, apalagi dia adalah seorang wanita.
  
Salah satu contoh adalah Rut, wanita Moab menantu Naomi. Belum lama menikmati kebahagiaan dalam berumah tangga, bencana terjadi. Keadaan menjadi berubah seketika: suami Naomi meninggal, demikian juga kedua anak laki-lakinya. Jadi, Rut tidak hanya kehilangan mertua laki-laki, tapi juga suami. Ditambah lagi bencana kelaparan sedang melanda seluruh negeri. Di tengah situasi yang sangat sulit ini Naomi meminta Rut untuk pergi meninggalkan dia, namun Rut berkata, "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!" (Rut 1:16-17). Rut mengambil keputusan yang tidak mudah dilakukan, bahkan ia berjanji apa pun yang terjadi tidak akan meninggalkan Naomi, mertuanya, dan akan setia hingga maut memisahkan! Luar biasa! Tidak semua orang bisa setia di tengah kesulitan dan penderitaan. Ketika keadaan berubah menjadi sesuatu yang tidak bisa diharapkan lagi, dapatkah kita tetap setia seperti Rut ini? Rut tidak hanya setia, ia juga seorang yang taat. Ini bisa dilihat dari pernyataannya, "Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan." (Rut 3:5). Ketaatan Rut ini bukan karena terpaksa, tapi ia lakukan dengan sepenuh hati.
  
Kesetiaan dan ketaatan Rut tidak sia-sia, Tuhan memperhatikannya. Dia selalu memberikan upah kepada setiap orang yang berlaku setia dan taat. Dengan caraNya yang ajaib Tuhan memberkati Rut. Ayat nas menyatakan akhirnya Rut diperistri oleh Boas (seorang kaya raya) dan mereka dianugerahi seorang anak laki-laki yang diberi nama Obed; dan Obed ini adalah kakek dari raja Daud.


“Berkat Tuhan tersedia bagi orang-orang setia dan taat!”
http://www.kristuspencipta.com

Minggu, 21 Desember 2014

Asal-mula Masa Adven

Asal-mula Masa Adven
oleh: Romo William P. Saunders *

Masa Liturgi Adven menandai masa persiapan rohani umat beriman sebelum Natal. Adven dimulai pada hari Minggu terdekat sebelum Pesta St. Andreas Rasul (30 November). Masa Adven berlangsung selama empat hari Minggu dan empat minggu persiapan, meskipun minggu terakhir Adven pada umumnya terpotong dengan tibanya Hari Natal.

Masa Adven mengalami perkembangan dalam kehidupan rohani Gereja. Sejarah asal-mula Adven sulit ditentukan dengan tepat. Dalam bentuk awalnya, yang bermula dari Perancis, Masa Adven merupakan masa persiapan menyambut Hari Raya Epifani, hari di mana para calon dibaptis menjadi warga Gereja; jadi persiapan Adven amat mirip dengan Prapaskah dengan penekanan pada doa dan puasa yang berlangsung selama tiga minggu dan kemudian diperpanjang menjadi 40 hari. Pada tahun 380, Konsili lokal Saragossa, Spanyol menetapkan tiga minggu masa puasa sebelum Epifani. Diilhami oleh peraturan Prapaskah, Konsili lokal Macon, Perancis, pada tahun 581 menetapkan bahwa mulai tanggal 11 November (pesta St. Martinus dari Tours) hingga Hari Natal, umat beriman berpuasa pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Lama-kelamaan, praktek serupa menyebar ke Inggris. Di Roma, masa persiapan Adven belum ada hingga abad keenam, dan dipandang sebagai masa persiapan menyambut Natal dengan ikatan pantang puasa yang lebih ringan.

Gereja secara bertahap mulai lebih membakukan perayaan Adven. Buku Doa Misa Gelasian, yang menurut tradisi diterbitkan oleh Paus St. Gelasius I (wafat thn 496), adalah yang pertama menerapkan Liturgi Adven selama lima Hari Minggu. Di kemudian hari, Paus St. Gregorius I (wafat thn 604) memperkaya liturgi ini dengan menyusun doa-doa, antifon, bacaan-bacaan dan tanggapan. Sekitar abad kesembilan, Gereja menetapkan Minggu Adven Pertama sebagai awal tahun penanggalan Gereja. Dan akhirnya, Paus St. Gregorius VII (wafat thn 1095) mengurangi jumlah hari Minggu dalam Masa Adven menjadi empat.

Meskipun sejarah Adven agak “kurang jelas”, makna Masa Adven tetap terfokus pada kedatangan Kristus (Adven berasal dari bahasa Latin “adventus”, artinya “datang”). Katekismus Gereja Katolik menekankan makna ganda “kedatangan” ini: “Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua” (no. 524).

Oleh sebab itu, di satu pihak, umat beriman merefleksikan kembali dan didorong untuk merayakan kedatangan Kristus yang pertama ke dalam dunia ini. Kita merenungkan kembali misteri inkarnasi yang agung ketika Kristus merendahkan diri, mengambil rupa manusia, dan masuk dalam dimensi ruang dan waktu guna membebaskan kita dari dosa. Di lain pihak, kita  ingat dalam Syahadat bahwa Kristus akan datang kembali untuk mengadili orang yang hidup dan mati dan kita harus siap untuk bertemu dengannya.

Suatu cara yang baik dan saleh untuk membantu kita dalam masa persiapan Adven adalah dengan memasang Lingkaran Adven. Lingkaran Adven merupakan suatu lingkaran, tanpa awal dan akhir: jadi kita diajak untuk merenungkan bagaimana kehidupan kita, di sini dan sekarang ini, ikut ambil bagian dalam rencana keselamatan Allah yang kekal dan bagaimana kita berharap dapat dapat ikut ambil bagian dalam kehidupan kekal di kerajaan surga. Lingkaran Adven terbuat dari tumbuh-tumbuhan segar, sebab Kristus datang guna memberi kita hidup baru melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Tiga batang lilin berwarna ungu melambangkan tobat, persiapan dan kurban; sebatang lilin berwarna merah muda melambangkan hal yang sama, tetapi dengan menekankan Minggu Adven Ketiga, Minggu Gaudate, saat kita bersukacita karena persiapan kita sekarang sudah mendekati akhir. Terang itu sendiri melambangkan Kristus, yang datang ke dalam dunia untuk menghalau kuasa gelap kejahatan dan menunjukkan kepada kita jalan kebenaran. Gerak maju penyalaan lilin setiap hari menunjukkan semakin bertambahnya kesiapan kita untuk berjumpa dengan Kristus. Setiap keluarga sebaiknya memasang satu Lingkaran Adven, menyalakannya saat santap malam bersama dan memanjatkan doa-doa khusus. Kebiasaan ini akan membantu setiap keluarga untuk memfokuskan diri pada makna Natal yang sebenarnya.

Secara keseluruhan, selama Masa Adven kita berjuang untuk menggenapi apa yang kita daraskan dalam doa pembukaan Misa Minggu Adven Pertama: “Bapa di surga… tambahkanlah kerinduan kami akan Kristus, Juruselamat kami, dan berilah kami kekuatan untuk bertumbuh dalam kasih, agar fajar kedatangan-Nya membuat kami bersukacita atas kehadiran-Nya dan menyambut terang kebenaran-Nya.
http://www.indocell.net/yesaya/id648.htm

Selasa, 16 Desember 2014

Sakramen Pernikahan

Sakramen Pernikahan  adalah suatu sakramen yang mengkonsekrasi penerimanya (pasangan pria dan wanita) untuk suatu misi khusus dalam pembangunan Gereja dan menganugerahkan rahmat demi perampungan misi tersebut. Sakramen ini, yang dipandang sebagai suatu tanda cinta-kasih yang menyatukan Kristus dengan Gereja, menetapkan di antara kedua pasangan suatu ikatan yang bersifat permanen dan eksklusif, yang dimeteraikan oleh Allah.

Pernikahan sah sakramental  antara seorang pria yang sudah dibaptis dan seorang wanita yang sudah dibaptis dan telah disempurnakan dengan persetubuhan, tidak dapat diceraikan dan bersifat monogam. Karena  mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Sakramen ini menganugerahkan kepada pasangan yang bersangkutan rahmat yang mereka perlukan untuk mencapai kekudusan dalam kehidupan perkawinan mereka serta untuk menghasilkan dan mengasuh anak-anak mereka dengan penuh tanggung jawab. Sakramen ini dirayakan secara terbuka di hadapan imam (atau saksi lain yang ditunjuk oleh Gereja) serta saksi-saksi lainnya

Demi kesahan suatu pernikahan, seorang pria dan seorang wanita harus 
  1.  Terbebas dari halangan nikah,
  2.  Ada konsensus atau kesepakatan kedua belah pihak. Masing-masing calon  mengutarakan niat dan persetujuan-bebas (persetujuan tanpa paksaan) untuk saling memberi diri seutuhnya, tanpa memperkecualikan apapun dari hak-milik esensial dan maksud-maksud perkawinan. 
  3. Dirayakan dalam “forma canonika” (Kan. 1108-1123)  atau tata peneguhan.  Suatu perkawinan harus dirayakan dihadapan tiga orang, yakni petugas resmi Gereja sebagai peneguh, dan dua orang saksi.

Jika salah satu dari keduanya adalah seorang Kristen non-Katolik, maka pernikahan mereka hanya dinyatakan sah jika telah memperoleh izin dari pihak berwenang terkait dalam Gereja Katolik. Jika salah satu dari keduanya adalah seorang non-Kristen (dalam arti belum dibaptis), maka diperlukan izin dari pihak berwenang terkait demi sahnya pernikahan.
http://www.kaj.or.id/dokumen/sakramen-sakramen/sakramen-pernikahan

Senin, 08 Desember 2014

BERDOA SESUAI DENGAN KEHENDAK-NYA



Roma 8:18-30
Pernahkah Anda bingung saat hendak berdoa? Misalnya saja saat menghadapi penyakit. Haruskah berdoa minta kesembuhan atau mohon kekuatan untuk menanggungnya? Permintaan mana yang akan didengar Tuhan? Haruskah berdoa untuk keluar dari sebuah tempat yang sulit atau mohon kasih karunia untuk bertahan? Pada satu titik, saya sempat berhenti berdoa karena merasa tidak yakin apakah saya berdoa sesuai kehendak Tuhan.
  
Bacaan hari ini memberi penghiburan luar biasa: “Roh Kudus membantu kita dalam kelemahan kita”. Paulus mengingatkan jemaat di Roma bahwa sebagai anak-anak Tuhan, mereka memiliki pengharapan yang mulia, sekalipun mereka masih hidup di tengah berbagai penderitaan, keluhan, dan kesakitan di dunia ini (18-25). Dalam kelemahan itu, kita yang rindu berdoa dengan penuh iman pun acap kali tidak tahu pasti apa yang Tuhan mau. Syukur kepada Tuhan, ketika kita mengeluh dengan kerinduan bahwa kemuliaan Tuhan akan dinyatakan (ayat 18-19), Roh Kudus membantu kita berdoa sesuai kehendak-Nya (ayat 27). Dan, ketika Roh Tuhan sendiri yang berdoa, bukankah Dia pasti mendengarkan?
  
Ada hal-hal yang jelas kita kenali sebagai kehendak Tuhan, misalnya hidup dalam iman, kasih, dan kekudusan. Namun, kita tidak diminta mengetahui tiap detail kehendak-Nya. Dia memahami ketidaktahuan kita, dan karena itu Roh-Nya berdoa bagi kita. Yang diperhatikan-Nya bukan ketepatan kata, melainkan kesungguhan hati yang merindukan kemuliaan-Nya dinyatakan. Bersyukurlah bahwa karya Tuhan tidak dibatasi oleh kelemahan kita. Tetaplah datang kepada-Nya di tengah situasi sesulit apa pun.

“KETIKA KITA MERINDUKAN KEMULIAAN TUHAN DINYATAKAN,
TIAP PERMOHONAN DISEMPURNAKAN-NYA JADI DOA YANG DIPERKENAN.”
http://www.kristuspencipta.com

Jumat, 05 Desember 2014

A+ HolyStore Launching

Kamis, 04 Desember 2014

10 Gereja Terindah di Dunia

Anda akan terpesona oleh beberapa bangunan gereja ini. Perpaduan antara lokasi, arsitektur, dan aspek lainnya membuat beberapa gereja ini digolongkan ke dalam gereja-gereja terindah di dunia. 


1. Duomo di Milano
Duomo di Milano, Gereja Katedral yang megah di Milan, adalah salah satu gereja terbesar di dunia. Dengan façade putih yang mempesona, boleh dibilang paling indah di dunia, dan bagian yang mendominasi alun-alun katedral. (aviewoncities)
2. Hallgrimskirkja di Islandia



Hallgrimskirkja adalah sebuah gereja paroki Lutheran di Reykjavík, Islandia. Gereja ini terletak di bagian atas jalan perbelanjaan Skolavordustigur di Reykjavík. Dengan tinggi 74,5 m (244 kaki), Hallgrimskirkja merupakan bangunan tertinggi di Islandia. Patung di depan gereja merupakan Leif Eriksson, putra Erik Merah. (wayfaring)


3. Gereja Borgund Stave di Norwegia Barat
Borgund dibangun kira antara 1180 dan 1250 CE di Norwegia Barat dengan penambahan-penambahan pada bangunan dan pemulihan yang berulang-ulang. Dindingnya terbentuk dari papan kayu vertikal, atau tongkat (stave), oleh karena itu gereja ini disebut "stave church". (wikipedia)





4. Las Lajas Sanctuary di Kolombia
Las Lajas Sanctuary adalah sebuah monumen keagamaan yang dibangun pada abad XVIIIth. Gereja ini telah menjadi ikon Katolik karena menurut legenda tempat ini adalah tempat dimana Bunda Maria menampakan diri. Tempat suci ini terletak di dasar dua gunung di selatan Kolombia, di Kota Ipiales. (360cities)
5. La Sagrada Família di Barcelona
 
La Sagrada Familia adalah salah satu karya Gaudi yang paling terkenal di Barcelona. Ini adalah Basilika raksasa yang telah dibangun sejak 1882. Bangunan ini masih dalam pembangunan jadi bersiaplah untuk melihat banyak pekerjaan terus ketika Anda kunjungi. Namun hal ini sendiri adalah menarik, terutama jika Anda mengunjungi museum di dalam gedung. (barcelona-tourist-guide)
6. Gereja St Michael d'Aiguilhe 
Gereja St Michael d'Aiguilhe adalah gereja yang menarik melihat lokasinya yang berada di atas puncak jarum (aiguilhe) batuan di Le Puy-en-Velay, Auvergne. Karna lokasi ini, gereja ini nampak seperti menuju sorga. St Michael d'Aiguilhe telah menjadi tempat suci selama ribuan tahun. (sacred-destinations). Untuk mencapai puncak Gereja St Michael d'Aiguilhe pengunjung harus melewati 268 anak tangga
7. Gereja Our Savior on Spilled Blood, St. Petersburg, Russia
Gereja Our Savior on Spilled Blood, St. Petersburg, Rusia dibangun di tempat di mana Kaisar Alexander II dibunuh pada Maret 1881. Gereja ini dibangun antara 1883 dan 1907 dan secara resmi disebut Gereja Kebangkitan Kristus (Gereja Our Savior on Spilled Blood). Pembangunan gereja ini hampir seluruhnya didanai oleh keluarga Imperial dan ribuan donatur swasta. (saint-petersburg)
8. Gereja Katedral Ely di Inggris
Ely Cathedral dikenal sebagai "kapal dari Fen" karena bentuknya menonjol yang menjulang di atas dataran yang rata dan ditambah dengan lokasi disekitarnya yang digenangi oleh air. Bangunan ini terletak di County Cambridgeshire Inggris dan merupakan karya yang paling menakjubkan dari Abad Pertengahan dengan bentuk yang unik dari Tower Octagon nya. (7wonders)

9. Gereja Maria Diangkat ke Surga (The Church of Assumption) di Lake Bled, Slovenia

Kecuali Anda seorang perenang yang baik (dan tidak keberatan dengan air dingin), Anda harus menyewa perahu Pletna lokal untuk menyeberang ke Gereja Maria Diangkat ke Surga (The Church of Assumption), yang berdiri di sebuah pulau dongeng di tengah-tengah Lake Bled di barat laut Slovenia. (foxnews)

10. Thorncrown Chapel

Jauh di Pegunungan Ozark, dekat komunitas Eureka Springs (salah satu kota kecil paling keren di Amerika menurut polling Budget Travel 2011), berdiri sebuah Gereja yang dinamakan Thorncrown Chapel. Gereja ini letaknya sangat jauh, bahkan perangkat GPS terbaik pun tidak dapat melacak koordinat tempat ini. (budgettravel)

http://www.memobee.com/wow-10-gereja-terindah-di-dunia-3744-eij.html

Senin, 01 Desember 2014

KETIKA SITUASI SULIT



Keluaran 2:1-10
Jika berada dalam situasi sulit dan penuh risiko, bagaimana Anda menghadapinya? Mundur sebelum berjuang, pasrah tanpa usaha, atau menghadapinya habis-habisan? Ada sisi menarik dari bacaan hari ini yang dapat kita jadikan pelajaran.
  
Peristiwa penyelamatan bayi Musa dari bahaya melibatkan peran penting para perempuan di sekitarnya dan masing-masing mewakili satu sikap. Sifra dan Pua adalah bidan yang takut akan Allah sehingga mereka enggan membunuh bayi Ibrani, meski tindakan itu bertentangan dengan aturan raja (1:17). Yokebed adalah ibu yang kreatif memecahkan masalah (ayat 3). Ini tampak lewat gagasannya untuk menyelamatkan bayi Musa. Miriam, sang kakak, ialah pribadi pemberani. Ia tidak takut menemui putri Firaun demi perawatan adik bayinya (ayat 4, 7). Dan, putri Firaun ialah pribadi yang berbela rasa walau ia tahu bayi Musa adalah bayi orang Ibrani, kaum yang menjadi budak di negerinya (ayat 6). Bahkan, dalam belas kasihnya, Putri Firaun mengangkat bayi itu sebagai anak (ayat 10). Takut akan Tuhan, kreativitas, keberanian, dan belas kasihan itulah sikap-sikap dari para pribadi yang menghantar Musa kecil selamat dan bertumbuh besar (ayat 10).
  
Tentu ada banyak sikap yang bisa kita ambil sebagai respons saat menghadapi situasi sulit; dengan aneka rupa dampak yang mengikutinya. Keempat sikap yang kita cermati hari ini di dalam kesadaran penuh akan kedaulatan Allah yang terlibat dan memegang kendali atas situasi apa pun merupakan respons yang tepat dalam menghadapi situasi sulit yang bisa datang kapan saja.

“SITUASI SULIT BUKANLAH JALAN BUNTU
DI TANGAN TUHAN, BISA JADI IA ADALAH PINTU”

http://www.kristuspencipta.com